Memuat halaman…
Kemenpar

Kemenpar

Kementerian Pariwisata

8

Kegiatan Diinput

2

Dimensi Tercakup

RINCIAN KEGIATAN

Kegiatan 1 Dimensi Penghargaan Terhadap Tradisi dilaporkan oleh Ade Tiyar Desty Muryati · Kementerian Pariwisata
Kegiatan
Pendukungan Event Prambanan Shiva Festival – Shivaratri dan Mahashivaratri di Candi Prambanan, Yogyakarta.
Output
Shivaratri, 17-18 Januari 2026 Berdasarkan data penyelenggara dan TWC: ➢Jumlah Data Umat yang hadir sebanyak 1.700 orang ➢Jumlah Pengunjung Prambanan dihari yang sama sebanyak 13.430 orang Mahashivaratri, 15-16 Februari 2026 Berdasarkan data penyelenggara dan TWC sebagai berikut: ➢ Jumlah Data Pengunjung: 10.631 orang atau naik sebesar 66.42% dari hari sebelumnya. ➢ Jumlah UMKM Berpartisipasi= 9 UMKM ➢ Jumlah Pekerja Seni (orang) = 350 orang ➢ Jumlah Tenaga Kerja (orang) = 300 orang ➢ Jumlah Komunitas = 50 komunitas ➢ Perputaran uang (rupiah) = Rp 1.3 milyar
Target Kegiatan
1 Event/Kegiatan
Waktu Pelaksanaan
17-18 Januari 2026 dan 15-16 Februari 2026
Alokasi Anggaran
398.500.000
Penanggung Jawab
Asisten Deputi Event Nasional
Kegiatan 2 Dimensi Penghargaan Terhadap Tradisi dilaporkan oleh Ade Tiyar Desty Muryati · Kementerian Pariwisata
Kegiatan
Pendukungan Event Prambanan Shiva Festival – Shivaratri dan Mahashivaratri di Candi Prambanan, Yogyakarta. Prambanan Shiva Festival merupakan kegiatan perayaan spiritual dan budaya untuk merayakan Hari Raya Shivaratri dan Mahashivaratri yang diselenggarakan selama sebulan penuh di Candi Prambanan mulai dari 17 Januari s.d 16 Februari 2026. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menguatkan Candi Prambanan sebagai pusat spiritualitas Hindu sebagai destinasi wisata religi dan budaya.
Output
Pada Pelaksanaan Shivatatri yang diselenggarakan pada 17-18 Januari 2026, Jumlah Data Umat yang hadir sebanyak 1.700 orang, dan Jumlah Pengunjung Prambanan dihari yang sama sebanyak 13.430 orang. Pada Mahashivaratri yang diselenggarakan pada 15-16 Februari 2026, Jumlah Data Pengunjung sebanyak 10.631 orang atau naik sebesar 66.42% dari hari sebelumnya, Jumlah UMKM Berpartisipasi= 9 UMKM, Jumlah Pekerja Seni (orang) = 350 orang, Jumlah Tenaga Kerja (orang) = 300 orang, Jumlah Komunitas = 50 komunitas, Perputaran uang (rupiah) = Rp 1.3 Milyar.
Target Kegiatan
1 Event/Kegiatan
Waktu Pelaksanaan
17-18 Januari 2026 dan 15-16 Februari 2026
Alokasi Anggaran
398.500.000
Penanggung Jawab
Asisten Deputi Event Nasional
Kegiatan 3 Dimensi Penghargaan Terhadap Tradisi dilaporkan oleh Ade Tiyar Desty Muryati · Kementerian Pariwisata
Kegiatan
Pendukungan Event Cap Go Meh Bogor Street Festival. Cap Go Meh Bogor Street Festival merupakan perayaan budaya tahunan yang berangkat dari tradisi Cap Go Meh masyarakat Tionghoa di Kota Bogor. Digelar dalam bentuk parade kolosal sepanjang Jalan Suryakencana hingga Simpang Batutulis, festival ini menampilkan ribuan penampil dengan atraksi liong dan barongsai, tradisi joli, serta ragam seni budaya Nusantara dan khas Bogor. Pada 2026, perayaan Cap Go Meh hadir dengan penyesuaian suasana Ramadan melalui sajian kuliner ngabuburit, bazar tematik, hingga pertunjukan seni menjelang waktu berbuka.
Output
Cap Go Meh Bogor Street Festival berhasil menarik antusiasme masyarakat Kota Bogor dan sekitarnya, dengan adanya kegiatan Pasar Malam Jadoel Bogor dan Parade Cap Go Meh. Melalui kegiatan ini, pengunjung dapat merasakan nilai toleransi dan persatuan yang tinggi.
Target Kegiatan
1 Event/Kegiatan
Waktu Pelaksanaan
1-3 Maret 2026
Alokasi Anggaran
200.000.000
Penanggung Jawab
Asisten Deputi Event Daerah
Kegiatan 4 Dimensi Penghargaan Terhadap Tradisi dilaporkan oleh Ade Tiyar Desty Muryati · Kementerian Pariwisata
Kegiatan
Pendukungan Event Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026. Festival Golo Koe Maria Assumpta mengajak wisatawan terlibat secara langsung dalam perayaan budaya-religi yang berakar dari spiritualitas masyarakat Labuan Bajo. Prosesi arak-arakan Bunda Maria Assumpta melalui jalur laut dan darat menjadi inti acara yang menawarkan experiential tourism kepada wisatawan. Dengan menggabungkan ziarah spiritual, seni, dan kebudayaan lokal, festival ini bertujuan mempererat persaudaraan antarumat beragama di Labuan Bajo
Output
Penyelenggaraan Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, ekonomi kreatif, sosial budaya, dan pelestarian lingkungan di Kabupaten Manggarai Barat. Festival berhasil menghadirkan ruang kolaborasi antara pemerintah, Keuskupan Labuan Bajo, pelaku UMKM, komunitas seni budaya, generasi muda, dan masyarakat dalam satu rangkaian kegiatan yang mengangkat identitas budaya dan spiritualitas Labuan Bajo. Melalui statusnya sebagai Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, Festival Golo Koe turut memperkuat citra Labuan Bajo sebagai destinasi yang tidak hanya dikenal karena wisata alam, tetapi juga memiliki potensi wisata budaya dan religi yang berkelanjutan.
Target Kegiatan
1 Event/Kegiatan
Waktu Pelaksanaan
10 - 15 Agustus 2026
Alokasi Anggaran
200.000.000
Penanggung Jawab
Asisten Deputi Event Daerah
Kegiatan 5 Dimensi Penghargaan Terhadap Tradisi dilaporkan oleh Ade Tiyar Desty Muryati · Kementerian Pariwisata
Kegiatan
Pendukungan Event Mulud Adat Bayan. Mulud Adat Bayan adalah perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar dalam balutan pakaian tradisional dan suasana sakral di Masjid Kuno Bayan Beleq, masjid tertua di Lombok. Acara ini menghadirkan prosesi adat masyarakat Sasak Bayan, arak-arakan hasil bumi, doa bersama, serta pembacaan naskah kuno yang diwariskan secara turun-temurun. Perayaan Mulud Adat Bayan menawarkan wisatawan untuk menyaksikan harmoni ajaran Islam, kearifan lokal Sasak, dan semangat gotong royong masyarakat yang berpadu dengan kemeriahan seni budaya.
Output
Mulud Adat Bayan berjalan lancar dan meriah, ditandai dengan banyaknya wisatawan mancanegara dan nusantara yang hadir untuk melihat event tersebut dan berbaur dengan masyarakat lokal. Keberhasilan Mulud Adat Bayan tidak diukur dari seberapa banyak wisatawan yang datang, tetapi dari bagaimana tradisi ini tetap hidup, dihormati, dan diwariskan secara luhur.
Target Kegiatan
1 Kegiatan
Waktu Pelaksanaan
27 - 29 Agustus 2026
Alokasi Anggaran
200.000.000
Penanggung Jawab
Asisten Deputi Event Daerah
Kegiatan 6 Dimensi Penghargaan Terhadap Tradisi dilaporkan oleh Ade Tiyar Desty Muryati · Kementerian Pariwisata
Kegiatan
Pendukungan Event Festival Sahur-Sahur. Festival Sahur-Sahur merupakan event budaya dan religi tahunan yang diselenggarakan di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Kegiatan ini berangkat dari tradisi masyarakat dalam membangunkan warga untuk melaksanakan sahur selama bulan Ramadhan dengan menggunakan alat musik perkusi, kelontong, serta berbagai kreativitas seni masyarakat.
Output
Festival menjadi ruang pelestarian tradisi masyarakat Mempawah serta memperkuat interaksi dan kebersamaan masyarakat. Pemerintah daerah juga menilai festival sebagai sarana hiburan dan syiar Islam selama Ramadhan. Festival juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas seni, musik perkusi, dan pengelolaan kegiatan budaya sehingga tradisi sahur dapat terus berkembang dan relevan dengan perkembangan zaman.
Target Kegiatan
1 Event/Kegiatan
Waktu Pelaksanaan
28 Februari - 7 Maret 2026
Alokasi Anggaran
200.000.000
Penanggung Jawab
Asisten Deputi Event Daerah
Kegiatan 7 Dimensi Penghargaan Terhadap Tradisi dilaporkan oleh Ade Tiyar Desty Muryati · Kementerian Pariwisata
Kegiatan
Pendukungan Event Aceh Ramadhan Festival Tahun 2026. Aceh Ramadhan Festival merupakan event tahunan yang mengangkat kekhasan tradisi, spiritualitas, budaya, dan kehidupan masyarakat Aceh selama bulan Ramadhan. Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, yang menjadi salah satu ikon wisata religi di Aceh. Mengusung nilai syariat Islam dan standar wisata halal, festival ini menawarkan berbagai atraksi dan paket wisata Ramadhan yang autentik. Aceh Ramadhan Festival 2026 tidak hanya memperkuat tradisi dan spiritualitas masyarakat lokal, tetapi juga mengundang wisatawan untuk merayakan dan menjalani ibadah Ramadhan langsung di Aceh, Serambi Mekkah.
Output
Aceh Ramadhan Festival memperkuat citra Banda Aceh dan Aceh sebagai destinasi wisata religi dengan menghadirkan pengalaman Ramadan yang khas dan autentik. Keberadaan Gampong Ramadhan dengan sekitar 50 stan UMKM memberikan ruang pemasaran bagi pelaku usaha lokal. Pada pertengahan pelaksanaan, Disbudpar Aceh menargetkan jumlah pengunjung mencapai 150 ribu orang dengan target perputaran uang lebih dari Rp 2 miliar selama periode festival.
Target Kegiatan
1 Event/Kegiatan
Waktu Pelaksanaan
1 - 7 Maret 2026
Alokasi Anggaran
200.000.000
Penanggung Jawab
Asisten Deputi Event Daerah
Kegiatan 1 Dimensi Toleransi dilaporkan oleh Ade Tiyar Desty Muryati · Kementerian Pariwisata
Kegiatan
Sertifikasi Produk Halal di Desa Wisata. Sertifikasi produk halal desa wisata dilaksanakan untuk menjamin kenyamanan wisatawan, meningkatkan kepercayaan, serta memperkuat daya saing, kualitas layanan, dan pemberdayaan UMKM lokal. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dengan BPJPH dengan dukungan anggaran bersumber dari BPJPH.
Output
Tahap 1 Pilot Project Sertifikasi Halal Produk UMKM di 20 Desa Wisata hingga 30 Desember 2025 telah menerbitkan sebanyak 429 Sertifikat Halal di 20 desa wisata pada 4 Provinsi (Sumbar, Kepri, NTB, dan Gorontalo). Tahap 2 Sertifikasi Halal Produk UMKM di 1500 Desa Wisata hingga 31 Juli 2026 telah menerbitkan sebanyak 31.729 Sertifikat Halal di 1.120 Desa Wisata di 34 Provinsi, dan hingga saat ini masih terus berlanjut.
Target Kegiatan
1500 Desa Wisata
Waktu Pelaksanaan
Januari - Mei 2026
Alokasi Anggaran
0
Penanggung Jawab
Asisten Deputi Pengembangan Produk Pariwisata
← Kembali ke daftar kementerian/lembaga